Penguat operasional atau
op-amp (operational amplifier) adalah penguat differensial dengan dua amsukan
dan satu keluaran yang mempunyai penguatan tegangan yang amat tinggi, yaitu
dalam orde 105. Dengan penguatan yang amat tinggi ini, penguat
operasional dengan rangkaian balikan lebih banyak digunakan daripada dalam
lingkaran terbuka.
Pada masa kini op-amp dibuat
dalam bentuk rangkaian terpadu atau IC (Integral Circuit), dimana dalam satu
potong kristal silikon dengan luas kurang dari 1 mm2 terkandung
rangkaian penguat lengkap terdiri dari banyak transistor, dioda, resistor dan
kadang-kadang kapasitor. Kini kita dapat membeli suatu IC yang dalam satu
potong kristal mengandung empat buah op-amp sekaligus.
Pengguna op-amp amalatlah luas
meliputi bidang elektronika audio, pengatur tegangan DC, tapis aktif, penyearah
presisi, pengubah analog ke digital dan pengubah digital ke analog, pengolah
isyarat seperti cuplikan-tahan, penguat pengunci, pengintegral, kendali
otomatik, komputer analog, elektronika nuklir, dan lain-lain.
Pada op-amp tampak ada dua
masukan, yaitu masukan membalik (INV) dan masukan tak membalik (NON-INV).
Masukan membalik diberi tanda (-) minus, dan masukan tak membalik diberi tanda
(+) plus. Jika isyarat masukan dihubungkan dengan masukan membalik, maka pada
daerah frekuensi tengah isyarat keluatan berlawanan fasa atau berlawanan tanda
dengan isyarat masukan. Sebaliknya jika isyarat masukan dihubungkan dengan
masukan tak membalik, maka isyarat keluaran akan sefasa atau mempunyai tanda
yang sama dengan isyarat masukan.
Pada umumnya op-amp
menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan beda tegangan isyarat
antara kedua masukannya. Op-amp tersebut dikenal dengan op-amp biasa. (Sutrisno, 1987: 117-118)
Penguat operasi (operational amplifier/op-amp),
rangkaian penguat sifat-sifat rangkaian ditentukan oleh unsur-unsur umpan-balik
di luar rangkaian penguat. Karena itu kini penguat yang karakteristiknya
ditentukan hanya oleh unsur-unsur umpan balik disebut penguat operasi (op-amp).
Op-amp dapat diterapkan sebagai penguat, pembelah fasa, tapis aktif, tapis
selektif, penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, osilator
sinus maupun osilator blok. (Muhammad
Suyanto,2006: 61)
Sekarang penguat operasional tersedia dalam bentuk
sirkuit terpadu (IC 741) dan tidak lagi menggunakan tabung vakum, melainkan
menggunakan transistor dalam suatu sirkuit terpadu, penguat operasional secara
umum terdapat lebih dari 25 transistor beserta resistor dan kapasitor yang
dikemas dalam satu cip silikon.
Penguat
operasional modern hanya membutuh-kan tegangan listrik +18 V, bahkan OpAmp
(LM324) dapat bekerja pada tegangan +1,5 V (UA741CP Datasheet).
· φm: Margin fase,
yaitu nilai absolut dari pergeseran fase mudus terbuka di antara terminal input
output pembalik modus terbuka adalah satu.
· Am:
Margin bati, adalah umpanbalik dari nilai penguatan tegangan modus terbuka pada
frekuensi terendah di mana ingsut fase modus terbuka sedemikian rupa sehingga
keluaran sefase dengan masukan pembalik.
· Av:
Penguatan tegangan sinyal besar, yaitu nisbah dari ayunan tegangan puncak ke
puncak keluaran terhadap besar perubahan tegangan masukan yang dibutuhkan.
· B1:
Lebar pita bati satuan adalah rentang frekuensi penguatan tegangan modus
ter-buka bernilai lebih dari satu.
· Ci:
Kapasitansi masukan, yaitu nilai kapasitansi di antara dua terminal masukan
dengan salah satu masukan dibumikan.
· CMRR:
common-mode rejection ratio adalah perbandingan nilai penguatan dari
selisih tegangan listrik dalam penguatan ragam bersama yang diukur dengan cara
menentukan nisbah perubahan pada tegangan listrik masukan ragam bersama
terhadap perubahan yang dihasilkannya pada tegangan ofset.
· GBW:
gain bandwidth produc adalah nilai hasil
perkalian antara nilai penguatan tegangan modus terbuka dan frekuensi sinyal
saat pengukuran tersebut.
· Zic:
Impedansi masukan ragam bersama dari hasil penjumlahan paralel impedansi
ter-hadap sinyal kecil di antara tiap terminal masukan dengan bumi.
· Zo:
Impedansi terhadap sinyal kecil di antara terminal keluaran dengan bumi. (Jamzuri dk,
2015: 5-6)
An
operational Amplifier, often called an op-amp, is a DC-coupled high-gain
electronic voltage amplifier with differential inputs ad usually a single
output. Typically the output of the op-amp is controlled either by negative
feedback, which largely determines the magnitude of its output voltage gain, or
by positive feedback, which facilitates regenerative gain and oscillation. High
input impedance at the input terminals and low output impedance are important
typical characteristics.
The
Op-amp is one type of differential amplifier. Other types of differential
amplifier include the,
· Fully differential
amplifier (similar to the op-amp, but with 2 outputs).
· The instrumentation
amplifier (usually built from 3 op-amps).
· The isolation amplifier
(similar to the instrumentation amplifier, but which works fine with
common-mode voltages that would destroy an ordinary op-amp).
· Negative feedback
amplifier (usually built from 1 or more op-amps and a resistive feedback
network).
The
figure below shows an example of an ideal operational amplifier. The main part
in an amplifier is the dependent voltage source that increases in relation to
the voltage drop across Rin, thus amplifying the voltage difference between V+
and V-. Many uses have been found for Op-amp and an ideal Op-amp seeks to
characterize the physical phenomena that make Op-amps useful.
Vs+
and Vs- are not connected to the circuit within the Op-amp because they power
the dependent voltage source’s circuit. These are notable, however, because
they determine the maximum voltage the dependent voltage source can output. For
any input voltage the ideal Op-amp has,
a. Infinite
open-loop gain.
b. Infinite
bandwidth.
c. Infinite
input impedance
d. Zero
offset voltage.
e. Infinite
slew rate.
f.
Zero output impedance and
g.
Zero noise.
Application:
·
Audio and video-frequency pre-amplifiers and
buffers
·
Voltage comparators
·
Differential amplifiers
·
Differentiators and integrators
·
Filters
·
Precision rectifiers
·
Precision peak detectors
·
Voltage and current regulators
·
Analog calculators
·
Analog-Digital converters
·
Digital-Analog converters
·
Voltages clamps
·
Oscillations and waveform generators. (Pratibhadevi Tapashetti dkk, 2012: 12-13)
An op-amp is basically a direct current (DC)–coupled,
multistage, linear amplifier. It is not necessary to understand the operation
of the internal components of an operational amplifier. There are just two
rules, actually assumptions, that are necessary for proper understanding of
operational amplifiers. But to use these assumptions, you must understand the characteristics
of an operational amplifier.
1.
It is a
direct-current amplifier; in other words, when a DC level is placed on the
input, an amplified proportional change will be obtained in the output.
2.
Operational
amplifiers have extremely high gain, above 100,000 when they are in the
“open”-loop (no negative feedback) mode. This means that if you put a
1-microvolt change on the input, 0.1 V change would appear in the output.
3.
Op-amps use a
differential input. They measure the difference in voltage between the two
inputs, not any voltage that is common to both inputs.
Let’s look at a discrete version of an operational
amplifier. Though this is not a very good op-amp, it does illustrate the basic characteristics
of op-amps. (Lewrence M. Thompson, 2006:
261)
DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno. 1987. Elektronika Teori Dasar dan Penerapannya
Jilid 2. Bandung: Institude Teknologi Bandung.
Suyanto, Muhammad. 2006. Penyedia Catu Daya Cadangan Untuk Beban
Listrik Rumah Tangga secara Automatis Volume 11 Halaman 61-70. Jurnal
Teknologi Academia ISTA: 1410-5829.
Jamzuri dk. 2015. Uji Sifat Op Amp Berbasis Sinkronisasi
Materi Praktikum IC 741 Untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika Volume 5 Halaman 5-8.
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF): 2089-6158.
Tapashetti, Pratibhadevi dkk.
2012. Design and Simulation of Op Amp
Integrator and Its Applications Volume 1 Page 12-19. International Journal
of Engineering and Advanced Tecnology (IJEAT): 2249-8958.
Thompson, Lawrence M. 2006. Basic Electricity and Electronics for
Control: Fundamentals and Applications 3rd Edition. United
States of America: Instrumentations, Systems and Automation Society.
Komentar
Posting Komentar