Langsung ke konten utama

Landasan Teori Penguat Osilator

Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermaca-macam, yaitu bentuk sinusoida, persegi, segitiga, gigi gergaji, atau denyut. Osilator berbeda denan penguat, oleh karena penguat memerlukan isyarat masukan untuk menghasilkan isyarat keluaran. Pada osilator tak ada isyarat masukan, hanya ada isyarat keluaran saja, yang frekuensi dan amplitudo dapat dikendalikan. Seringkali suatu penguat secara tak disengaja menghasilkan keluaran tanpa masukan dengan frekuensi yang nilainya tak dapat dikendalikan. Dalam hal ini penguat dikatakan berisolasi.
Osilator digunakan secara luas sebagai sumber isyarat masukan untuk mengaji suatu rangkaian elektronik. Osilator seperti ini disebut pembangkit isyarat, atau pembangkit fungsi jika isyarat keluarannya dapat mempunyai berbagai bentuk.
Osilator juga digunakan pada pemancar radio dan televisi, dan juga dalam komunikasi radio, gelombang mikro, maupun optik untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat ditumpangi berbagai informasi.
Pesawat penerima radio dan televisi juga menggunakan osilator untuk mengolah isyarat yang datang. Isyarat yang datang ini dicampur dengan isyaratdari osilator lokal sehingga menghasilkan isyarat pembawa informasi dengan frekuensi lebih rendah. Isyarat yang terakhir ini dikenal sebagai isyarat if (intermediate frequency).
Osilator juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jarak dengan gelombang mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonik (sonar). Selain itu hampir semua alat digital seperti jam tangan, digital kalkulator, komputer, alat-alat pembantu komputer, dan sebagainya menggunakan osilator. (Sutrisno, 1987: 153)

The typical oscilloscope used in many industrial application shops is a dual-trace, delayed, triggered-sweep, DC to 20MHz (or higher) model. Several circuits have been added to achieve dual-trace operation (using just one beam in the case of CRT types and one scan for the LCD types). There are now two complete vertical amplifier sections. These are electronically switched (multiplexed) into the vertical deflection circuitry.
Many dual-trace oscilloscopes give you a choice of ways in which the signals are to be multiplexed (such as alternate, chopped, added). Two of the most common ways are the alternate and chopped modes. In the alternate mode, a complete sweep for channel A is made, and then a complete sweep for channel B is made. This is useful if short intervals of time (signals of high frequency) are to be observed. However, at slow sweep times this alternate switching becomes hard to observe, and comparisons of simultaneous or near simultaneous signals on channel A and channel B cannot be performed. For this case, the chopped mode is used. In the chopped mode the electronic switch free-runs above 10kHz or higher, sampling each channel 10,000 times or more a second.
Fuller-featured oscilloscopes may have additional circuitry, such as:
1.      Provision for algebraically adding the two channel signals. This allows concurrent portions of the two signals that are in phase to be of greater amplitude then out-of-phase portions.
2.  Z-axis input for modulating intensity. Portions of the input signal that are in concurrence with the signal on the z-axis will be brightened. This means that when the z-axis is positive the trace will be brightened for only the time that the z-axis is positive. This is used to show timing concurrence, particularly with digital circuitry.
3.   A delayed by B. This circuitry triggers the A trace when the second trace, B, occurs.
4.    Calibration point. This is usually a 1kHz square wave with a peakto-peak voltage of 1V for calibrating attenuator probes.
5.      ×5 or ×10 trace stretching. This takes one-tenth of the displayed wave-form (one graticule division) and displays it over 5 (×5) or 10 (×10) graticule divisions. This is currently called ZOOM in other display technologies.(Lewrence M. Thompson,2006: 163-165)

A signal generating circuit is one of the most important building blocks in analog, digital and mixed-signal designs. Oscillators play a critical role in communication systems, providing periodic signals required for timing in digital circuits and frequency translation in radio frequency (RF) circuits. The most popular oscillator architecture for RF applications is mainly either a LC oscillator or a ring oscillator. The basic circuit of LC oscillators is presented in. To improve the circuit performance many circuits were proposed. To compensate the tank losses of LC oscillator cross coupled oscillator is used. As compared to this cross coupled circuit complementary cross coupled circuit gives large number of advantages. As the requirement of quadrature signal in communication system quadrature VCO is presented. (Madhumita Singh dkk, 2014:12724-12734)

IC 555 adalah IC jenis TTL yang umum di pasaran, memiliki banyak fungsi terutama dalam bidang timer, multivibrator astable, flip-flop, dan lain sebagainya. Cara kerja IC 555 secara garis besar dijelaskan sebagai berikut :

Apabila supply diberikan, Vcc=0 Volt. Kaki 2 memberi trigger dari tegangan yang tinggi (Vcc) menuju 1/3 Vcc(< 1/3 Vcc), kaki 3(output) akan high dan pada saat tersebut kaki 7 mempunyai nilai hambatan yang besar terhadap Ground atau kaki 7 akan High Impedance. C1 diisi melalui Vcc - R1 - R2 - C1, Setelah 0,7 (R1+R2) C1 detik, maka tegangan C1= 2/3 Vcc. Sehingga kaki 3(ouput) akan Low, pada saat tersebut, kaki 7 akan mempunyai nilai hambatan yang rendah sekali terhadap Ground atau pin 7 akan Low Impedance. C1 membuang muatan, setelah 0,7(R2) C1 detik, maka Teg C1= 1/3 Vcc. Trigger terjadi lagi sehingga output akan High. Pin 7 akan high Impedance dan C1 diisi kembali. (Bachri, 2013:430-434)

DAFTAR PUSTAKA
Sutrisno. 1987. Elektronika Teori Dasar dan Penerapannya Jilid 2. Bandung: Institude Teknologi Bandung.
Thompson, Lawrence M. 2006. Basic Electricity and Electronics for Control: Fundamentals and Applications 3rd Edition. United States of America: Instrumentations, Systems and Automation Society.
Singh, Madhumita dkk. 2014. A Studu of Different Oscillator Structures Volume 3 page 12724-12734. International Journal of Innovative Reasearch in Science, Engineering and Technology: 2319-8753.
Bachri, Affan. 2013. Simulasi Karakteristik Inverter IC 555 Volume 5 Halaman 430-434. Jurnal Teknika: 2085-0859.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Terbuka I

   Perhatikan gambar di atas! Gambar di atas biasa kalian temui di sosmed, bahkan dari kalian ada yang biasa menjadi modelnya. Apa yang sedang dia lakukan? Silahkan beri jawaban dan tanggapan di kolom komentar!

Landasan Teori Gerbang Logika

Gerbang logika adalah rangkaian dasar yang mebentuk computer. Jutaan transistor di dalam mikroprosesor membentuk ribuan gerbang logika. Sebuah gerbang logika sederhana mempunyai satu terminal input. Keluarannya dapat tinggi/high (1) atau rendah/low (0), tergantung level digital yang diberikan pada terminal input. Gerbang AND memiliki dua masukan input yaitu input A dan input B. Operasi dari gerbang ini sederhana, yaitu output Y atau keluaran Y akan mejadi 1 jika kedua syarat inputnya dalam keadaan 1. Jika salah satu dari isyarat masukannya 1, maka sinyal keluarannya tetap 0. Dan bila kedua inputnya 0 maka outputnya akan 0. Gerbang OR memiliki dua masukan input dan satu isyarat keluaran output. Jika salah satu atau kedua isyarat masukannya 1, maka sinyal keluarannya adalah 1. Jika kedua masukannya yaitu masukan A dan masukan B adalah 0 maka keluarannya 0. Gerbang NAND merupakan gerbang logika kombinasi yang sama operasinya dengan gerbang dasar AND, tetapi pada bagian keluarannya ...

Diskusi Proyek Kelompok 2

Petunjuk: Kepada kelompok 2,  1. Silahkan ceritakan proyek yang akan kalian buat!  2. Silahkan ceritakan alasan kalian memilih proyek tersebut! 3. Silahkan jelaskan manfaat dari proyek yang kalian buat! 4. Diperbolehkan bertanya jika menemui kendala dalam pembuatan proyek. 5. Sertakan nama lengkap dalam setiap komentar.